Pada tanggal 8 November 2017, kelas kami yaitu kelas Akuntansi 2016 2 Universitas Teknologi Sumbawa, mendapat tugas observasi ke daerah Lantung. Yah, daerah pedesaan yang dingin dan juga terkenal dengan nama "Desa Pelanginya Sumbawa". Nama itu diberikan taklain karena rumah warga yang memiliki beragam warna.

Ketika pertama kami diajak berkeliling oleh warga desa, kami dikejutkan dengan kreativitas dan antusias warga untuk menghias gang gang mereka.

Disetiap rumah warga, memiliki tanaman yang mereka tanam sendiri, dan yang doniman tumbuh didaerah sana yaitu cabe.

Dirumah masing masing warga juga memilili satu buah bilah bambu yang berfungsi menampung air, juga sebagai sikap siap dari warga apabila terjadi kebakaran (semoga tidak terjadi), dan juga pentungan.

Namun, uniknya desa ini hanya dialiri listrik cuma 12 jam loh. Ketika pukul 18.00 WITA, listrik baru akan nyala di desa ini. Namun, apabila waktu menunjukkan jam 06.00 WITA, maka listrik akan padam kembali. Tidak hanya kesulitan listrik, desa ini juga kesulitan dalam hal air, karena setiap rumah hanya dialiri air yaitu seminggu dua kali. Namun, walaupun kesulitan air, tetap saja tumbuhan yang ada disana tetap tumbuh subur looh

OBSERVASI KE DESA LANTUNG

Pada tanggal 8 November 2017, kelas kami yaitu kelas Akuntansi 2016 2 Universitas Teknologi Sumbawa, mendapat tugas observasi ke daerah Lantung. Yah, daerah pedesaan yang dingin dan juga terkenal dengan nama "Desa Pelanginya Sumbawa". Nama itu diberikan taklain karena rumah warga yang memiliki beragam warna.

Ketika pertama kami diajak berkeliling oleh warga desa, kami dikejutkan dengan kreativitas dan antusias warga untuk menghias gang gang mereka.

Disetiap rumah warga, memiliki tanaman yang mereka tanam sendiri, dan yang doniman tumbuh didaerah sana yaitu cabe.

Dirumah masing masing warga juga memilili satu buah bilah bambu yang berfungsi menampung air, juga sebagai sikap siap dari warga apabila terjadi kebakaran (semoga tidak terjadi), dan juga pentungan.

Namun, uniknya desa ini hanya dialiri listrik cuma 12 jam loh. Ketika pukul 18.00 WITA, listrik baru akan nyala di desa ini. Namun, apabila waktu menunjukkan jam 06.00 WITA, maka listrik akan padam kembali. Tidak hanya kesulitan listrik, desa ini juga kesulitan dalam hal air, karena setiap rumah hanya dialiri air yaitu seminggu dua kali. Namun, walaupun kesulitan air, tetap saja tumbuhan yang ada disana tetap tumbuh subur looh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar