EMOTIONAL INTELIGENCE

Emotional intelligence atau kecerdasan emosional adalah memahami kondisi
diri, emosi emosi yang terjadi, serta mengambil tindakan yang tepat. Orang tersebut juga secara sosial mampu mengenali dan berempati terhadap apa yang terjadi pada
orang lain dan menanggapinya secara proporsional.

Adapun faktor faktor yang mempengaruhi kondisi emosi seseorang yaitu:
1. Faktor psikologis
2. Faktor pelatihan emosi
3. Faktor pendidikan

Dalam buku Daniel Goleman menyebutkan tidak hanya kecerdasan intelektual
yang membantu seseorang sukses, kecerdasan emosional juga membantu seseorang
untuk sukses. Sebuah studi bahkan menyebutkan IQ hanya berperan 4%-25%
terhadap kesuksesan dalam pekerjaan. Sisanya ditentukan oleh kecerdasan
emosional.
Jika kita melihat dunia kerja, maka kita bisa menyaksikan bahwa seseorang
tidak cukup hanya pintar di bidangnya. Dunia pekerjaan penuh dengan interaksi
sosial dimana orang harus cakap dalam menangani diri sendiri maupun orang lain.
Orang yang cerdas secara intelektual di bidangnya akan mampu bekerja dengan baik.
Namun, jika ingin melejit lebih jauh dia membutuhkan dukungan rekan kerja,
bawahan maupun atasannya. Di sinilah kercerdasan emosional membantu seseorang
untuk mencapai keberhasilan yang lebih jauh.
Dalam dunia kerja, kecerdasan intelektual menjadi sebuah prasyarat awal yang
menentukan level kemampuan minimal tertentu yang dibutuhkan. Sebagai contoh
beberapa perusahaan mempersyaratkan IPK mahasiswa minimal 3.0 atau 2.75
sebagai syarat awal pendaftaran. Hal ini kurang lebih memberikan indikasi bawa
setidaknya kandidat tersebut telah belajar dengan baik di masa kuliahnya dulu.

DECISION MAKING

Pengambilan keputusan dilakukan oleh seorang manajer atau administrator. Kegiatan pembuatan keputusan meliputi pengidentifikasian masalah, pencarian alternatif penyelesaian masalah, evaluasi dari alternatif alternatif tersebut, dan pemilihan alternatif keputusan yang terbaik.

Kegiatan kegiatan yang dilakukan dalam organisasi dimaksudkan untuk mencapai tujuan organisasinya yang dimana diinginkan semua kegiatan itu dapat berjalan lancar dan tujuan dapat dicapai dengan mudah dan efisien. Pengambilan keputusan dimaksudkan untuk memecahkan masalah.

Pengambilan Keputusan Berdasarkan Intuisi
Keuntungan. Pengambilan keputusan oleh satu pihak sehingga mudah untuk memutuskan.
Keputusan intuitif lebih tepat untuk masalah masalah yang bersifat kemanusiaan.

Pengambilan Keputusan Rasional
Keputusan yang bersifat rasional berkaitan dengan daya guna. Masalah masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan pemecahan rasional

Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta
Keputusan yang berdasarkan sejumlah fakta, data atau informasi yang cukup itu memang merupakan keputusan yang baik dan solid, namun untuk mendapatkan informasi yang cukup itu sangat sulit.

Pengambilan Keputusan Berdasarkan Pengalaman
Keputusan yang berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan praktis. Pengalaman dan kemampuan untuk memperkirakan apa yang menjadi latar belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaiannya sangat membantu dalam memudahkan pemecahan masalah.

Pengambilan Keputusan Berdasarkan Wewenang
Keputusan yang berdasarkan wewenang semata maka akan menimbulkan sifat rutin dan mengasosiasikan dengan praktik dictatorial. Keputusan berdasarkan wewenang kadangkala melewati permasalahan yang seharusnya dipecahkan justru menjadi kabur atau kurang jelas oleh pembuat keputusan.

Faktor Faktor yang Harus Diperhatikan Saat Mengambil Keputusan

1. Hal hal yang berwujud maupun yang tidak berwujud, yang emosional maupun yang rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan.
2. Setiap pengambilan keputusan jangan berorientasi pada kepentingan pribadi.
3. Setiap keputusan harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi
4. Jarang sekali pilihan yang  memuaskan
5. Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental
6. Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup lama
7. Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis
8. Setiap keputusan hendaknya dilembagakan
9. Setiap keputusan merupakan tindakan permulaan

Proses Pengambilan Keputusan
1. Identifikasi Masalah
2.Pengumpulan dan penganalisis data
3.Pembuat alternatif alternatif kebijakan
4.Pemilihan salah satu alternatif terbaik
5.Pelaksanaan keputusan
6.Pemantauan dan pengevaluasian hasil pelaksanaan.

EMOTIONAL INTELIGENCE & DECISION MAKING

STUDI KELAYAKAN BISNIS

Studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan. Dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan.

Dalam menjalankan suatu usaha, tidak dipungkiri bahwa usaha yang kita lakukan mengalami kegagalan. Nah, adapun faktor yang menyebabkan usaha tersebut gagal adalah:
•  Data / info tidak update
•  Tidak teliti
•  Tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar
•  Kondis lingkungan (PESTEL)
•  Unsur kesengajaan
•  Pelaksanaan/pengerjaan salah

Saat melakukan studi kelayakan bisnis, ada hal yang perlu diperhatikan oleh tim SKB, yaitu:
•  kelengkapan, keakuratan data dan informasi yang diperoleh
•  tenaga ahli harus tangguh
•  penentuan metode dan alat ukur yang tepat
•  loyalitas tim SKB

Tujuan studi kelayakan bisnis yaitu
•  Menghindari risiko kerugian
•  Memudahkan perencanaan
•  Memudahkan pelaksanaan pekerjaan
•  Memudahkan pengawasan
•  Memudahkan pengendalian

Lanjut aja yah, ke tahap tahap dalam studi kelayakan bisnis. Pertama yaitu pengumpulan data dari bisnis yang akan dianalisis. Selanjutnya, yaitu pengolahan data. Setelah diolah, selanjutnya dilakukan analisis data. Lalu, pengambilan keputusan. Jika tidak layak dibatalkan, sedangkan jika layak maka lanjut ke rekomendasi bisnis tersebut. Lalu, melaksanakan atau menjalankan bisnis tersebut.

Aspek Penilaian SKB
1.  Aspek Hukum
   a.  Pelaku bisnis
         • Bentuk badan usaha
         • Identitas pengelola bisnis
   b.  Bisnis yang dijalankan
   c.  Lokasi dan waktu pelaksanaan
   d.  Perizinan usaha dan izin lainnya
   e.  Dukungan pemerintah dan masyarakat

2.  Aspek Teknis
     a.  Kebutuhan lahan, peralatan & mesin produksi.
     b.  Bahan yang diperlukan, proses pengadaan & cara pembayaran
     c.  Proses produksi
     d.   Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan
     e.  Tata letak (layout) mesin & alat
     f.   Atribut produk

3.  Aspek Pasar
     Menghitung potensi pasar
     a.  Jumlah konsumen = 400
     b.  Pendapatan rata rata konsumen = Rp.1.000.000,-
     c.  Jumlah pesaing = 4
     d.  Besar pendapatan yang dialokasilan = 64% x  Rp. 100.000. = Rp. 640.000
     e.  Kemungkinan berbelanja = 50% x Rp.640.000 = Rp.320.000
     f.  Potensi pasar = Rp.320.000 x 400 = 128.000.000
     g.  Potensi penerimaan = Rp. 128.000.000/5  = Rp.25.600.000

4.  Aspek Pemasaran
      Strategi pemasaran Mix = 4P
     a.  Strategi produk
         1) Logo dan moto
        2) Menciptakan merk
        3) Kemasan
        4) Label
     b. Strategi harga
          1) Diskriminasi harga
         2) Harga produk baru
     c. Place (distribution)
         Jenis distribusi : distribusi intensif, eksklusif, dan selektif.
      d.  Strategi promosi
           Advertensi, sales promotion, public relation, personal seling.

5.  Aspek organisasional
      Aspek ini yang menganalisis tentang jumlah dan kualifikasi SDM yang diperlukan untuk menjalankan usaha.

6.  Aspek Persaingan
       Aspek ini menganalisis tentang jumlah pesaing dan kekuatan & kelemahan pesaing. 

STUDI KELAYAKAN BISNIS

ANALISIS SWOT

Sebagian daripada pembaca sekalian mungkin telah mengetahui apa itu analisis SWOT. Jadi, analisis SWOT adalah salah satu analisis bisnis yang cukup populer digunakan karena dari hasil analisis ini memiliki hasil yang sangat simple, namun kita juga dapat menganalisis sebuah perusahaan dengan akurat.

Pada kesempatan kali ini, saya akan memaparkan hasil analisis SWOT yang saya lakukan bersama teman kelompok saya. Pertama tama pembaca harus mengingat kembali singkatan dari SWOT, yakni:

S = strenght (kekuatan)
W = weakness (kelemahan)
O = opportunity (peluang)
T = Threats (ancaman)

Langsung saja saya akan memaparkan hasil analisis kelompok saya.

1.  Strenght (kekuatan/kelebihan)
    • Lokasi yang strategis, karena capcin ini berlokasi di depan rektorat UTS dimana lokasi tersebut sering dilalui oleh para mahasiswa.
    • Harga yang terjangkau, harga dari satu cup capcin yaitu Rp.6.000,- cocoklah buat kantong mahasiswa.
    • Sangat cocok buat cuaca di UTS, ya, di daerah sekitaran Universitas Teknologi Sumbawa ini, memang terkenal panas. Bahkan mahasiswa menyebut bahwa daerah tersebut memiliki 9 matahari.

2.  Weakness (kelemahan)
      • Bahan baku yang sulit didapatkan, bahan baku yang digunakannya dibeli di Pare, Jawa Timur yang terbilang jauh dari pulau Sumbawa.
     • Kurangnya karyawan, narasumber mengaku bahwa dia sangat kewalahan dengan bisnis ini, karena kurangnya karyawan sehingga proses produksi terbilang agak lelet.

3.  Opportunity (peluang)
      • Meningkatnya jumlah mahasiswa, setiap tahun UTS membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru, sehingga membuat bisnis ini bisa menambah pelanggan baru.

4.  Threat (Ancaman)
       • Es buah bang, memang es buah bang lebih dahulu menjalankan bisnis di wilayah tersebut, tapi bisnis tersebut tetap saja mengancam penjualan dari bisnis capcin ini.
     • Car food, bisnis ini memang terbilang baru di UTS, namun telah menarik beberapa pelanggan sehingga membuat bisnis capcin semakin terancam.

ANALISIS SWOT "CAPCIN UTS"

Ekonomi Kreatif dan Industri Kreatif

Tugas kewirausahaan

Mari Mengenal Entreprenuership